Mengapa Harus 2012

Mencari Sebuah Kemufakatan

Penghematan Anggaran, SKPD Kota Singkawang harus dirampingkan

pada 7 Mei 2013

56562-jabatan-kosong-sembilan-skpd-di-kabupaten-sampang-tak-punya-pejabat-definitif

Saat ini tercatat ada 31 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dibawah naungan Pemerintah Kota Singkawang dengan total Susunan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) sebanyak 67 unit kerja. Pembentukan SKPD Pemerintah Kota Singkawang sesuai dengan Perda Kota Singkawang No 6 Tahun 2008 tentang Pembentukan dan Susunan Organisasi Perangkat Daerah di Lingkungan Pemerintah kota Singkawang dengan mengaju pada UU no 32 Tahun 2004 tentang Otonomi Daerah dan PP No 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemrintah Provinsi dan Pemerintah Daerah.
Sampai dengan tahun 2012, jumlah PNS kota Singkawang sebanyak 4.624 orang terdiri dari 2.024 laki laki dan 2.600 perempuan, dengan jumlah jabatan struktrual dari Eselon II a sampai dengan Eselon IV b sebanyak 666 jabatan. Dengan “gendut”nya SKPD Kota Singkawang, Hal ini akan mengakibatkan besarnya anggaran APBD yang akan dikucurkan untuk membiayai SKPD tersebut diantaranya biaya operasional Rutin SKPD dan Belanja Tunjangan dan Beban Kerja untuk pejabat struktrual.
Adapun perkiraan anggaran yang dikeluarkan untuk membayar tunjangan jabatan struktural sebesar Rp 430 juta perbulan apabila diakumulasikan selama 1 tahun maka menjadi sebesar 5,160 M. Untuk biaya operasional rutin SKPD meliputi belanja listrik, air dan telepon, belanja ATK, belanja Pengandaan, Belanja Perjalanan Dinas, belanja Pemeliharaan termasuk pemeliharaan gedung, peralatan kantor dan kendaraan operasional dan lain-lain masing-masing SKPD berbeda dari kisaran 200 juta sampai dengan 2 M pertahun, sehingga bisa diperkirakan untuk total SKPD menghabiskan anggaran sebesar Rp 30 M pertahun.
Saat ini besar belanja aparatur Pemerintah Kota Singkawang TA 2013 sebesar Rp 369.803.212.882 atau naik sebesar 17 % dari TA 2012 yakni sebesar RP 314.673.153.012,- Besaran dana tersebut cukup tinggi apabila dibandingkan dengan belanja public TA 2013 yakni sebesar Rp 345.265.374.314 dengan total deficit anggaran Rp 74.858.332.172,-
Melihat dari fungsi dan topuksi SPKD Pemerintah Kota Singkawang, ada beberapa fungsi dan topuksi saling berhubungan antaranya Dinas Kesehatan dengan DPMPKB, Dinas Pertanian kehutanan dengan kantor penyuluhan pertanian, peternakan, kehutanan dan ketahanan pangan, Dinas kebersihan dan perumahan dengan Badan lingkungan Hidup, DPPKA dengan Sekretariat Daerah, DPPKA dengan kantor Penanaman Modal, Dinas Bina Marga, Sumber Daya Air dan energy Sumber Daya Mineral dengan Dinas Tata Kota, Pertanahan dan Cipta Karya.
Seperti contoh Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset, yang merupakan stockholder pengelolaan keuangan dan asset Pemerintah kota Singkawang terbentuk sejak tahun 2008, hingga saat ini masih belum efektif dan mampu dalam menyelesaikan permasalahan pengelolaan keuangan dan asset. Padalah SKPD tersebut menyerap 9 – 10 % pagu APBD Kota Singkawang. Permasalahan asset berlarut belum juga terselesaikan mengakibatkan tidak validnya Neraca Kota Singkawang dan berbuah Opini Tidak Wajar dari BPK RI Perwakilan Kalimantan Barat pada Tahun Anggaran 2010. Karena berbentuk Dinas, Terkadang DPPKA ini kesulitan dalam mengintergrasikan fungsi dan tugasnya terhadap SKPD lainnya.
Guna menekan anggaran belanja pegawai dan belanja operasional rutin SKPD, Pemkot Singkawang harus melakukan berbagai upaya strategis. Salah satunya pemkot harus melakukan perampingan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Ini bagian dari reformasi yang harus laksanakan yang merupakan salah satu janji kampanye kepala daerah terpilih.
Ada beberapa alasan mengapa Pemkot Kota Singkawang harus melakukan perampingan SKPD, beberapa tahun terakhir belanja pegawai dan belanja operasional SKPD Kota Singkawang terus mendapatkan sorotan. Anggaran belanja pegawai per tahun masih berada di kisaran 52 persen dari total anggaran. Karena itu, pemkot harus berupaya melakukan efisiensi sekaligus efektif dalam belanja pegawai. Selain harus menerapkan seluruh pembiayaan dengan mekanisme ad cost. Jadi perampingan atau dilakukan menggabungkan (merger) sejumlah instansi itu memang merupakan salah satu cara untuk menghemat anggaran yang digunakan pada anggaran pendapatan belanja daerah (APBD).
Selain untuk menghemat anggaran prinsipnya dapat juga menjalankan kepemerintahan yang efektif dan efisien. Namun sebelum itu benar-benar dilakukan terlebih dahulu, Pemkot mengkaji Peraturan Daerah (Perda) yang ada akan dilakukan evaluasi kembali. Jika hasil kajian dan evaluasi itu menunjukan bahwa perampingan itu memang diperlukan maka harus dilaksanakan namun secara bertahap.
Jika kebijakan ini dilaksanakan, akan berdampak terhadap ratusan pegawai negeri sipil (PNS) yang bernaung dalam SKPD yang mengalami perampingan dan akan ditempatkan di SKPD baru. Hal ini harus dipastikan penempatan PNS itu berdasarkan kualifikasi serta latar belakang pendidikannya, ’’Penempatannya berdasarkan right man in the right place”. Dengan adanya reformasi kelembagaan itu kebutuhan PNS otomatis akan menjadi berkurang. Dengan mengacu kepada tiga hal yang perlu diperhatikan untuk melakukan merger, yakni personil atau sumber daya manusianya, kemampuan dari anggaran daerah, serta keperluan teknis lainnya.
Ini tidak mudah dilakukan makanya harus benar-benar dikaji. Soalnya permasalahan terbesar dalam melakukan merger adalah melakukan pencopotan jabatan, karena pegawai tidak takut untuk menggugat pemkot di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) apabila dinilai berlawan dengan prosedur. Oleh karena itu, prosesnya harus dilakukan hati-hati dan apabila semua permasalahan yang ada diselesaikan maka perampingan atau merger akan segera dilaksanakan demi tercapainya APBD yang pro rakyat.
_SalamCaroline :p_


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: