Mengapa Harus 2012

Mencari Sebuah Kemufakatan

Pengen Jadi Tim Kampanye Calon Kepala Daerah? Ini kiat-kiat ya,.

pada 19 Juni 2012

Om dan tante semua, Kota Singkawang pada bulan September 2012 mendatang akan mengelar gawe akbar yakni Pemilihan Kepala Daerah, hingga saat ini terdapat 4 pasang cawako dan cawawako yang telah mendaftar di KPUD Kota Singkawang. Diantara pasang cawako cawawako tersebut terdapat pasangan incumbent. Siapa yang terpilih menjadi Walikota Singkawang periode 2012-2017 om dan tante, kita tunggu saja hehehe ;p

Pemilihan kepala daerah (pilkada) secara langsung yang digelar di tanah air sejak tahun 2005, memberikan kesempatan yang luas bagi pemilih untuk menentukan pilihannya sesuai keinginan dan hati nurani masing-masing yang ada di daerah. Setiap pilkada langsung digelar hampir selalu dimenangkan pasangan kandidat incumbent. Kesuksesan pasangan kandidat incumbent merupakan fenomena terkini yang terjadi dalam era pesta demokrasi lokal di berbagai daerah, Baik tingkat provinsi, maupun kabupaten dan kota se-Indonesia. Kehadiran pasangan kandidat incumbent dalam proses demokratisasi, menorehkan sejarah tersendiri dalam perjalanan kepemimpinan di daerah masing-masing. Dalam sebuah jurnal yang diterbitkan oleh Lingkaran Survei Indonesia (LSI) mencatat, bahwa : ”Kepala Daerah incumbent yang maju kembali sebagai calon kepala daerah dalam pilkada (230 orang). Mereka yang menang dan terpilih kembali 143 orang (62,17%), sedangkan incumbent yang lunglai atau kalah hanya 87 orang (37,83%). Keunggulan incumbent yang terlihat mencolok pada pilkada kabupaten/kota, yakni menang 62,73% dan yang kalah 32,27%. Sedangkan pada pilkada provinsi hasilnya berimbang yakni yang menang 50% dan kalah 50%.”

Data yang diterbitkan LSI di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa, betapa kuatnya power yang dimiliki pasangan kandidat dari incumbent yang maju dalam pilkada langsung. Misalnya, di Provinsi Kalimantan Barat terdapat beberapa kepala daerah incumbent yang memenangkan kembali pertarungan, diantaranya Kab Sambas(Burhanuddin A.Rasyid), Kab Sintang (Milton Crosdy), Kab Landak (Adrianus Asia Sidot) dan Kab Bengkayang (Jocubus Luna) sedangkan pasangan incumbent yang kalah bertarung adalah Kota Singkawang (Awang Ischak). Trend pemilihan kepala daerah saat ini adalah kolaborasi antara politikus sebagai calon kepala daerah dan Pengusaha sebagai wakilnya ataupun sebaliknya. Politikus memiliki partai politik sebagai kendaraan politiknya, sementara Pengusaha memiliki Modal.

Salah satu tahapan yang akan dilalui oleh pasangan cawako dan cawawako dalam pemilukada adalah masa kampanye. Agar dapat sukses menjadi calon kepala daerah maka terdapat kiat-kiat yang sebaiknya dilakukan dalam berkampanye adalah:

  • Perencanaan Kampanye

Kampanye dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan apabila proses perencanaan kampanye dijalankan dengan benar. Dalam pelaksanaan kampanye haruslah memperhatikan sasaran, pesan yang sesuai dengan kondisi sasaran, strategi yang sesuai dan waktu yang tepat supaya kampanye yang dijalankan dapat diterima sasaran. Kampanye seharusnya menetapkan tujuan yang realsistis sesuai situasi masalah dan sumber daya yang tersedia. Perencanaan kampanye harus mengetahui publik yang mereka hadapi secara memadai. Dalam hal ini khalayak sasaran tidak boleh dilakukan sebagi monolithic mass (massa yang seragam) melainkan sebagai sasaran yang beragam, baik dalam hal kebiasaan media, gaya hidup, nilai, aspek demografis dan ciri-ciri psikologis lainnya.

  • Pesan Kampanye

Penyampaian pesan yang harus sampai kepada masyarakat dengan berbagai cara sesuai dengan tingkat kemampuan masyarakat dalam mengolah pesan. Sedangkan yang harus diperhatikan dalam penyampaian pesan calon kepala daerah adalah, isi pesan dan kondisi sasaran harus disesuaikan sehingga pesan yang disampaikan dapat diterima oleh masyarakat. Selain itu penyampaian pesan haruslah tepat waktu sehingga pesan dapat diterima oleh masyarakat.

  • Strategi dan Taktik Kampanye

Strategi kampanye harus disesuaikan dengan kondisi khalayak sasaran. Strategi kampanye harus berpatokan dengan tujuan kampanye sehingga pelaksanaan kampanye dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Beberapa pendapat yang menyimpulkan bahwa faktor-faktor yang secara nyata memberikan kontribusi pada keberhasilan kampanye meliputi media masa, himbuan pesan dan Kesesuaian Waktu, aksesibilitas dan kecocokan. Menang adalah kata kunci bagi siapapun yang berhasil mendapat simpati paling banyak dari rakyat. Dan simpati ini sendiri bukanlah yang tumbuh tiba-tiba di hati seseorang. Ia butuh proses panjang untuk tumbuh dan berkembang. Orang yang bersimpati secara alamiah umumnya orang yang memiliki interaksi sebelumnya baik karena ada kesamaan-kesamaan sesuatu maupun karena pernah ada komunikasi atau kebersamaan aktivitas. selain secara alamiah ditumbuhkan, sebenarnya simpati bisa tumbuh dengan cara direkayasa.

Salah satu mekanisme menumbuhkan simpati secara instan adalah melalui kampanye yang sistematis. Lewat kampanye yang dibuat, dipompakan sejumlah informasi—yang seluruhnya telah disiapakan dan dipilah—bagi siapapun yang sebelumnya tidak pernah mengenal, berhubungan atau berkomunikasi dengan calon yang akan dimenangkan. Dan konsekuensi dari pilihan ini adalah sisi yang harus diangkat seluruhnya adalah sisi-sisi positif, kalau perlu yang memang merupakan sisi terbaik dari sang calon.

Persoalan budaya dalam meraih kemenangan di sebuah tempat tidak bisa diremehkan. Tengok saja data kemenangan suara yang diperoleh sejumlah partai besar, ternyata tidak lepas dari kemampuan mereka berkomunikasi yang sesuai dengan karakter dan budaya lokal yang ada.

  • Evaluasi Kampanye

Pada tahap ini tim menyediakan keterangan secara garis besar mengenai hasil-hasil yang didapat pada saat berkampanye. Evaluasi ini akan menjadi bahan koreksi tim pada kampanye selanjutnya.

Demikian lah beberapa kiat dalam berkampanye, semoga dapat bermanfaat bagi yang memerlukannya.

(disadur dari berbagai sumber)

_salam caroline ;p_


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: