Mengapa Harus 2012

Mencari Sebuah Kemufakatan

Tenaga Kerja Kota Singkawang dalam Angka

pada 31 Mei 2012

Menjadi PNS adalah sebuah pekerjaan ideal bagi sebagian masyarakat Kota Singkawang, hanya sayangnya untuk beberapa waktu kedepan impian tersebut tertunda akibat kebijakan memoratorium CPNS dari Pemerintah Pusat. Kali ini caroline mw ngasi sedikit info tentang persentase Tenaga Kerja di Kota Singkawang kepada om dan tante semua.

Pada tahun 2010 persentase angkatan kerja di Kota Singkawang adalah 66,61 persen dari penduduk usia kerja, atau dengan kata lain Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Kota Singkawang sebesar 66,61 persen. Sedangkan persentase angkatan kerja yang bekerja adalah sebesar 61,25 persen dari jumlah penduduk atau 91,95 persen dari angkatan kerja, jadi tingkat kesempatan kerja Kota Singkawang adalah 91,95 persen atau dengan kata lain tingkat pengangguran sebesar 8,05 persen.

Berdasarkan lapangan pekerjaan, dari jumlah penduduk yang bekerja, sekitar 28,99 persen dari mereka bekerja di sektor perdagangan, hotel dan restoran. Sektor-sektor lain yang cukup besar peranannya dalam penyerapan tenaga kerja adalah sektor pertanian (23,54 persen) dan sektor jasa (21,58 persen).

Berdasarkan data Sakernas juga terlihat bahwa sebagian besar penduduk bekerja sebagai pekerja. Sebanyak 40 persen berstatus sebagai buruh/karyawan/pegawai, dan 15,44 persen sebagai pekerja tidak tetap/sementara. Hal ini tentu sangat terkait dengan pentingnya penyediaan kesempatan kerja yang memadai, dimana 45,44 persen pekerja berstatus sebagai karyawan/buruh.

Bila ditinjau dari tingkat pendidikan, sebagian besar pencari kerja di Kota Singkawang sudah mencapai pendidikan sarjana (40,76 persen), sedangkan 23,29 persen diantaranya berpendidikan Diploma dan 31,93 persen berpendidikan SMA. Dengan kata lain, pendidikan para pencari kerja di Kota Singkawang sebenarnya sudah cukup memadai.

Cara untuk mengukur tingkat kesejahteraan buruh disuatu daerah adalah dengan membandingkan antara kebutuhan hidup minimum dengan upah minimum yang berlaku di daerah setempat. Kebutuhan hidup minimum untuk pekerja lajang pada tahun 2010 berkisar antara 1.170.000 – 1.210.000, atau rata-rata sekitar 1.190.000 rupiah.

Untuk tahun 2012, Kota Singkawang menetapkan Upah Minimun Kota Sebesar Rp 925.000, untuk pembuatan kartu kuning sampai dengan bulan Mei 2012 sebanyak 72 orang terdiri dari lulusan S1 sebanyak 15 orang,lulusan D3 sebanyak 22 oarang, lulusan SMA sebanyak 21 orang, lulusan SMP sebanyak 7 orang dan lulusan SD sebanyak 7 orang

_salam Caroline :p_

Sumber : BPS Kota Singkawang dan Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Singkawang


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: