Mengapa Harus 2012

Mencari Sebuah Kemufakatan

Pelayanan Kesehatan Promotif , Preventif, Kuratif dan Rehabilitatif

pada 28 Mei 2012

Om dan tante saat ini Kota Singkawang sangat sangat sangat panas hehehe maaf terlalu semangat, maklum sudah 1 bulan ngak turut hujan, klo ada hujan jg bentar banget ngak sebanding am panas ya. Menurut pengamatan caroline, suhu pada siang hari mencapai 35 celsius huuuu panas banget dan suhu pada malam hari bisa 30 celsius. Gempor gempor dah hehehe. Ditengah cuaca panas kaya gini, keringat keluar sebesar jagung, caroline jadi pengen ngebahas tentang Pelayanan Kesehatan

Om dan tante, berbicara mengenai konsep kesehatan om dan tante, kita kenal ada 2 (dua) konsep yaitu konsep kesehatan masyarakat dan konsep kedokteran, konsep kesehatan masyarakat lebih berorientasi kepada masalah kesehatan dihubungkan dengan aspek social cultural. Konsep kesehatan masyarakat menekankan pada pendekatan preventif dan promotif. Sedangkan konsep kedokteran lebih berorientasi pada masalah sehat sakit terutama penyakit yang berkaitan dengan aspek biomedis. Pendekatan yang digunakan dalam pelayanan kesehatan adalah Kuratif dan rehabilitative.

Untuk kesehatan masyarakat menggunakan pendekatan preventif dan promotif. Preventif (pencegahan) adalah mencegah jangan sampai terkena penyakit atau menjaga orang yang sehat agar tetap sehat, Misalnya yang paling sederhana melakukan cuci tangan sebelum makan dan sesudah buang air besar akan mencegah terjadinya penyakit diare. sedangkan promotif (peningkatan) adalah meningkatkan agar status status kesehatan menjadi semakin meningkat, misalnya pemberian inisiasi menyusui dini (IMD) dan ASI eksklusif yang dapat membantu meningkatkan kekebalan terhadap penyakit karena kolostrum dan zat-zat gizi yang terkandung dalam ASI. Agar anak tidak mudah terkena penyakit, begitu cerita ya om dan tante

Perbedaan lain yang cukup mencolok adalah kesehatan masyarakat mengambil obyek sasaran kesehatannya yaitu masyarakat atau komunitas (skala makro) sedangkan kedokteran menangani individu (skala mikro). Kuratif (pengobatan) digunakan untuk orang-orang sakit atau dengan kata yang lebih mudahnya kuratif adalah nama lain dari proses menyembuhkan seseorang dari keadaan sakit secara fisik dan psikis. Misalnya balita yang menderita pneumonia tentu membutuhkan pengobatan antiobiotik. Penyakit ini akan mengganggu tumbuh kembang balita tersebut ; Balita tidak suka makan yang mungkin berakibat pada penurunan status gizi balita. sedangkan rehabilitatif (pemulihan) adalah proses menjaga agar seorang yang sudah sembuh (belum 100% sembuh) kembali bugar seperti semula. Misalnya untuk balita sakit pneumonia membutuhkan asupan gizi yang adekuat terutama protein untuk proses penyembuhan serta pemulihan dari penyakitnya. Balita yang sering sakit akan mengalami hambatan dalam tumbuh kembangnya.

Jadi om dan tante sebenarnya tugas kesehatan masyarakat itu lebih sulit dibandingkan kedokteran karena obyek dari kesehatan masyarakat yang lebih luas yaitu masyarakat secara umum atau suatu komunitas. Kita harus berusaha ekstra keras untuk menyadarkan masyarakat yang sehat agar mampu dan mau untuk menjaga kesehatannya, karena sesungguhnya menjaga kesehatan itu lebih sulit dari pada mengobati. Karena menyangkut pola prilaku hidup sehat. dan kebiasaan mencari dan mendapatkan pelayanan kesehatan. Seseorang baru akan mencari pelayanan kesehatan apabila sudah mengalami sakit. Sebagai contoh, bagi seorang petani kalau mengalami nyeri kepala dan mual muntah, demam, menggigil, akan merasa sehat saja jika sudah berkeringat setelah menggigil, kembali bekerja di kebun karena sudah merasa sembuh serta menganggap biasa penyakit malaria dan baru akan segera berobat jika sudah parah atau mengalami komplikasi malaria cerebral. Secara cultural bagi masyarakat tertentu terutama masyarakat pedesaan untuk mendapatkan pelayanan masih harus berkonsultasi dengan keluarga atau orang kunci sebagai pengambil keputusan atau membantu keluarga dalam mengambil keputusan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

Tantangan kesehatan masyarakat lebih besar dari pada kedokteran terutama karena perbedaan aspek pendekatan yang digunakan, aspek kuratif dan rehabilitatif lebih mudah untuk diterapkan (terutama pada orang sakit yang tidak memiliki banyak pilihan). Kebanyakan orang kalau sudah menderita sakit akan patuh pada aturan yang disampaikan oleh petugas kesehatan (Dokter, Bidan, Perawat, Ahli Gizi).Hal tersebut adalah tantangan dalam intervensi pelayanan kesehatan berdasarkan anggapan masyarakat yang “keliru” yang seharusnya secara terus menerus diperbaiki terutama pola pikir masyarakat yang masih terfokus pada anggapan “kalau sakit baru berobat atau ke Puskesmas”. Sebenarnya biaya pelayanan kesehatan preventif dan promotif lebih murah daripada kuratif dan rehabilitative. Sehingga sebagai masyarakat peduli akan kesehatan, kita yang benar-benar memahami tentang konsep penyakit perlu lebih aktif untuk memberikan penyuluhan dan pendidikan kesehatan kepada masyarakat sehingga dapat membantu masyarakat untuk berprilaku hidup sehat, mencegah penyakit dan lebih produktivitas menjadi meningkat. Ingat : “mencegah lebih baik daripada mengobati” (dikutip dari berbagai sumber)

_Salam Caroline :p_

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 241 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: